Mengenang Kebersamaan Kita

adu-kepalan

BERADU CEPAT menyentuh kartu, teman-teman KOPLING mengisi waktu di sela-sela kegiatan perencanaan program.

Sekitar tahun 2001-2005, kalyaNAmandira pernah intensif mendampingi anak-anak sekolah, khususnya SMU. Suka duka bersama teman-teman ini meninggalkan banyak kesan. Tidak mudah memang menjadi remaja tanggung. Dunia anak-anak sudah tak layak, dunia dewasa belum mau menerima mereka. Mereka menamai komunitasnya KOPLING.

Berbagai macam karakteristik kelakuan mereka juga tidak mudah dipahami dengan kaca mata orang dewasa. Seringkali ini membuat frustasi, geram, gemas, dan entah apa lagi. Untung saja masih banyak teman yang sangat sabar tidak pernah menyerah untuk tetap di sisi remaja-remaja ini.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memberi mereka ‘mainan’. Mainan itu berbentuk kegiatan menonton dan membuat film sendiri. Ada remaja yang sedang jatuh cinta, bisa membuat video klip yang menampilkan dirinya sedang mendambakan si gadis. Ada remaja yang sedang marah, bisa memfilmkan kemarahannya. Paling tidak mereka tidak membuat film porno. 😀

Video di atas adalah salah satu karya bersama teman-teman, yang tergabung dalam kelompok anak muda bernama KOPLING, Kelompok Pelajar Peduli Lingkungan. Pada awalnya memang isu lingkungan hidup yang membuat mereka berkumpul. Tapi lalu berkembang, bermacam-macam isu ada disana.

Sekarang KOPLING tidak lagi berbentuk seperti dulu. Tapi teman-teman yang sekarang mendiami markas kalyANamandira adalah alumni-alumni KOPLING yang cukup tangguh, masih cukup punya idealisme untuk membangun sesuatu di bidang pendidikan. Merekalah tulang punggung kegiatan belajar di Samoja, Bandung, dan juga kegiatan pendampingan di Rutan Kebonwaru.

Iklan